| Ilustrasi batik. (Foto: Antara/Adeng Bustomi) |
Inovasi baru dengan menyisipkan anime ke dalam motif batik.
Terjelajahi~Tim mahasiswa Jurusan
Pendidikan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
membuat dan mengembangkan motif batik kontemporer “Anime Batik”.
“Inovasi baru dengan menyisipkan gambar anime ke dalam motif batik
akan menimbulkan kesan modern, sehingga konsumen tidak bosan dengan
batik,” kata koordinator tim Syaiful Amri di Yogyakarta, Selasa
(29/7/2014).
Menurut dia, anime adalah sebuah animasi dari Jepang dengan
gambar-gambar berwarna-warni yang ditunjukkan untuk menjadikan ciri khas
dari sebuah tokoh.
“Anime bukan hanya untuk anak-anak, melainkan juga untuk remaja dan dewasa,” imbuh Syaiful.
Ia mengatakan di Indonesia peminat anime begitu cepat berkembang
khususnya generasi muda. Hal itu terbukti dengan banyaknya
komunitas-komunitas yang meniru gaya berpakaian dari tokoh anime yang
ada di Jepang.
“Beberapa anime yang cukup terkenal di Indonesia di antaranya Naruto, Onepiece, dan Bleach,” kata Syaiful.
Menurut dia, melihat perkembangan dan kepopuleran anime yang banyak
disukai berbagai kalangan baik dari segi gambar maupun karakter itu,
membuka peluang usaha baru yakni memadukan kombinasi antara gambar anime
dengan motif batik yang ada di Indonesia.
“Metode yang digunakan dalam pembuatan produk itu dengan metode cap
dan tulis. Dengan kedua metode tersebut dapat dihasilkan baju batik dan
kain batik yang mempunyai inovasi menarik yang digemari generasi muda,”
kata Syaiful.
Dengan demikian, usaha “Anime Batik” potensial untuk dikembangkan.
Untuk produk baju hem batik lelaki dijual dengan harga Rp150.000, kain
hem batik perempuan Rp160.000, dan kain batik Rp150.000.
Ia mengatakan batik adalah warisan budaya bangsa dan salah satu
pakaian tradisional Indonesia yang terkenal sampai ke mancanegara.
Oleh karena itu, batik perlu dilestarikan terutama oleh generasi muda
agar batik tidak punah oleh perkembangan zaman dan teknologi.
“Sebagai salah satu cara untuk melestarikan batik, kami membuat motif batik kontemporer ‘Anime Batik’,” jelas Syaiful.
Anggota tim mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA UNY itu
adalah Agus Rahmat Hidayat, Rantau Indramawan, Dhanianto Choirudin M,
dan Novi Arumnika. (Antara)


0 komentar:
Posting Komentar
Mari Kita Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Benar Tanpa Unsur SARA