Terjelajahi~
Siapa yang tak kenal patung Hiu dan Buaya yang berada di Kota Surabaya,
Jawa Timur. Ya, patung tersebut adalah sebuah ikon dari Kota yang
sangat bersejarah dan terkenal dengan masyarakatnya yang beragam.
Baru-baru ini, patung tersebut tidak hanya berada di Kota Surabaya, ia
kini juga berada di salah satu Kota besar di Korea Selatan, Busan.
Patung tersebut diketahui berada di Busan setelah Walikota Surabaya, Tri
Rismaharini meletakkanya pada awal Juli lalu.
Seperti dilaporkan oleh Antara News, patung tersebut merupakan
cindera mata dari Pemerintah Kota Surabaya kepada Pemerintah Kota Busan
setelah keduanya telah menjalin kerjasama sebagai sister city selama 20
tahun.
Patung ‘Suro’ dan ‘Boyo’ tersebut diberikan oleh Tri Rismaharini kepada
Walikota Busan Hur Nam Sik dan diletakkan di salah satu sudut Busan
Indonesian Center, Korea Selatan. Menariknya lagi, patung tersebut
merupakan karya asli dari salah satu seniman lokal Surabaya.
“Patung Soro dan Boyo itu kini sudah terpasang di Busan Indonesian
Center. Patung itu adalah hasil karya seniman lokal Kota Pahlawan
bernama Agung Tato,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Surabaya, Wiwiek Widyawati.
Replika dari patung monumen Suro dan Boyo tersebut diketahui memiliki
tinggi 2,6 meter dengan diamater sepanjang 0,75 meter. Patung tersebut
kemudian diletakkan kembali ke atas sebuah alas yang memiliki diameter
sepanjang 3 meter.
“Proses pengerjaan patung tersebut sepenuhnya dilakukan di Surabaya.
Ketika sudah selesai, baru dikirim ke Busan, Korea Selatan,” jelas
Wiwiek lagi.
Busan dan Surabaya sejauh ini diketahui sudah saling menjalani banyak
kerjasama di berbagai bidang. Salah satunya tentu saja adalah
pariwisata. Setiap kali ada event kebudayaan di masing-masing kota,
kedua pemerintah kota tersebut pasti langsung mengirimkan delegasinya
untuk ikut meramaikan.
Waah.. semoga hubungan Surabaya dan Busan serta Indonesia dan Korea Selatan semakin harmonis ya, Dreamers! ^^ (Syf)



0 komentar:
Posting Komentar
Mari Kita Budayakan Berkomentar dengan Baik dan Benar Tanpa Unsur SARA